Sabtu, 05 November 2011

10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH

Oleh Prof Dr KH Achmad Satori Ismail

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah 'Azza wa Jalla daripada hari-hari ini -yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?' Beliau menjawab, 'Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, raga, dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi'." (HR Bukhari).

Kalau pada Ramadan ada 10 hari terakhir yang mulia, karena menanti lailatul qadar, maka pada bulan Dzulhijjah ada 10 hari pertama yang utama, di mana amal saleh yang dikerjakan pada hari-hari itu sangat dicintai Allah, bahkan melebihi jihad fi sabilillah. Mengingat keutamaan hari-hari tersebut Allah bersumpah dengannya dalam Alquran, "Demi waktu fajar. Dan malam yang sepuluh." (Al Fajr: 1-2).

Di antara 10 hari ini yang paling utama adalah hari haji akbar yaitu hari nahar (10 Dzulhijjah). "Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah SWT adalah hari nahar, lalu hari tasyrik (setelah hari nahar)." (HR Abu Dawud, disahihkan oleh Hakim).

Di antara amal saleh yang disyariatkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah, pertama, melaksanakan ibadah haji dan umrah. "Dan haji mabrur, tidak ada balasan untuknya selain surga." (HR Muslim). Kedua, memperbanyak shalat sunah. "Hendaknya kamu memperbanyak sujud lillah, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu karenanya dan menggugurkan dosamu karenanya." (HR Muslim).

Ketiga, berpuasa selama sembilan hari, terutama hari Arafah. "Bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjjah, hari 'Asyura serta tiga hari dalam setiap bulan." (HR Ahmad dan Nasa'I dari Hafshah RA). Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan. Terutama pada tanggal sembilan (yakni hari Arafah) bagi yang tidak berada di Arafah. "Berpuasa pada hari 'Arafah dapat menghapuskan dosa di tahun yang lalu dan setelahnya." (HR Muslim).

Keempat, bertakbir dan berzikir. "Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan."(QS Al-Hajj: 28). Kelima, berkurban pada hari nahar (sepuluh Dzulhijjah) atau pada hari-hari tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijjah). "Barang siapa yang memiliki kemampuan, namun tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami." (Shahih At-Targhiib).

Keenam, memperbanyak amal saleh, seperti sedekah, membaca Alquran, birrul waalidain, silaturahim memenuhi kebutuhan kaum Muslimin, menghibur orang yang tertimpa musibah, dan lainnya. Ketujuh, bertaubat dari dosa dan maksiat serta menjauhi larangan Allah. "Sesungguhnya Allah cemburu, orang mukmin pun cemburu, dan kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin mengerjakan larangan-Nya." (HR Muslim).

Kedelapan, melaksanakan shalat Idul Adha. Di saat bangsa kita diterpa berbagai problema yang menggurita dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa, seharusnyalah kita memperkokoh tazkiyatun nafs (kesucian jiwa) melalui ibadah agar mendapat pertolongan Allah SWT. Amin.

(Republika. co.id)

Rabu, 17 Agustus 2011

Pendidikan Barat Belum Akui Sumbangsih Ilmuan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES — Dunia Islam memberikan sumbangsih besar terhadap teknologi yang dikembangkan dunia barat. Pesan itu hendak disampaikan dalam pameran 'Penemuan 1001' di California Science Center, Los Angeles.

Diane Perlov, Wakil Presiden California Science Center, mengatakan dunia barat begitu mengabaikan sumbangsih ilmuwan Muslim terhadap ilmu pengetahuan dunia. Sebabnya, melalui pemeran ini, pihaknya ingin mengkomunikasikan akar multikultural limu pengetahuan.

"Pameran ini berupaya menunjukan adanya penemuan ilmiah bangsa di luar Eropa dan Amerika," kata dia seperti dikutip dari Islamonline.net, Senin (15/8).

Dalam pemeran itu, pihak penyelenggara menghadirkan karya-karya ilmiah ilmuwan Muslim dalam bidang astronomi, matematika, kedokteran, arsitektur dan teknik. Karya-karya yang ditampilkan merupakan waisan kejayaan Islam yang terbentang dari Spanyol hingga Cina.

Sebelum masuk pameran, pengunjung diperlihatkan film berdurasi 13 menit karya Ben Kingsley, pustakawan dunia yang memberikan penjelasan soal pameran. Ben juga menceritakan salah seorang ilmuwan Muslim yang terkenal, Al-Jazari, penulis pakar teknik mesin abad ke-13.

Dikisahkan, dalam penuturan Ben, Al-Jazari menciptakan sistem poros engkol pertama, yang serupa dengan mesin pembakaran internal. Dia juga membuat jam yang rumit, terutama Jam Gajah, yang dikenal sebagai jam yang akurat mengukur waktu.

Pameran juga menyoroti pendidikan yang memainkan peran utama selama periode ini, utamanya ketika Fathimah al-Fihri berkontribusi mendirikan universitas pertama, di Maroko pada pertengahan tahun 800 masehi.

Tidak Diakui

Penggabungan kekayaan dan keragaman budaya dunia Islam yang terbentang luas, dari Spanyol ke Cina, melahirkan abad keemasan ilmu pengetahuan. Tak sedikit terobosan yang dilahirkan pada masa ini. Sebut saja, dalam bidang ilmu pengetahuan, matematika, astrologi dan obat-obatan.

"Masa itu seolah hilang dalam pendidikan di Inggris dan Amerika," kata Maurice Coles, pengembang kurikulum, Californian Science Center, yang juga berusaha memasukan abad kejayaan Islam dalam kurikulum pendidikan di AS.

Cole mengatakan kurikulum pendidikan barat mengabaikan saat masa pencerahan yang dibawa dunia Islam pada masa kegelapan. "Saya tidak berpikir itu sebuah konspirasi," kata dia. Namun, sebagian dari kita tidak diajarkan adanya sejarah keemasan diantara era Mesir kuno dan Renaissance.

Guna Menjelaskan kontribusi umat Islam kepada dunia secara detail, pameran dibagi menjadi tujuh bagian utama, masing-masing diwakili oleh stand pameran yang berisikan rumah, sekolah, rumah sakit, pasar, replika kota, dan alam semesta. Setiap bagian memberikan rincian terkenal penemuan ilmuwan Muslim. "Saya pikir bagian sekolah adalah favorit saya," kata Perlov.

Pameran 1001 baru-baru ini dianugerahi 'Pameran Touring Terbaik' dalam penghargaan bagi Museum dan Warisan Dunia di London. Penghargaan ini boleh dibilang setara dengan penghargaan Oscar bagi industri film. Total satu juta pengunjung mendatangi pameran semenjak dimulai sekitar akhir tahun lalu.


Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Agung Sasongko